RSS

Smangat untuk selalu hidup

14 Mar

Rumah masa depanDulu aku berfikir, ketika aku sudah nyaman dengan pekerjaan yang sudah kutekuni bertahun-tahun, akan memberikan
rasa aman bagi aku sendiri tentunya, penghasilan yang lumayan, teman-teman kerja yang menyenangkan, bos yang tidak
kolot, ataupun berbagai bonus akhir tahun yang selalu diharapkan. Rasa nyaman dan aman tersebut seketika berubah 180 derajat
manakala kita berkeluarga, ketika gaji yang diterima tiap bulan cukup bahkan lebih untuk sendiri, tetapi sekarang, boro-boro
beli jeans ataupun t-shirt, tiap awal bulan sudah dihadang biaya listrik, telepon, PAM, dapur, belum lagi arisan kampung, ya..
ampun. Berat juga rasanya, solusi, banyak, dari buka usaha kecil2’an (jual pulsa elektrik, laundry, rental pengetikan), sudah
semua dicoba, tetapi, nihil, tidak bakat usaha mungkin.

Rumah masa depan _2Opsi lain, pindah kerja, YUP, hari ini tepat 3 bulan aku pindah kerja yang baru, meski berat, mau gimana lagi,
kebutuhan tidak akan mau menunggu. Setelah menjalani 4 rangkaian test, mulai akademik, psikotes, praktek sampai wawancara,
allhamdullilah, aku diterima.

Apa yang baru, banyak, lingkungan kerja, teman sekerja, rutinitas, jam masuk/pulang, kantin sampai gaji, semua berubah dan
serba baru. Masih inget, dulu dari rumah jam 07.00 harus sampai tempat kerja, pulang jam 16.00, skarang, jam 09.00 masuk
kerja, pulang jam 16.00 juga (SAMA). Tetapi jujur, lebih berat sekarang, buka karena pekerjaan baruku, tetapi lebih
karena lokasi kerja di luar kota, mau tidak mau harus pakai motor, naik bis bisa 15rb PP – SEHARI, mana jalur yang dilewati,
jalur utama, jadi bis, truck, mobil, motor, angkota, isuzu, truck tronton, tumplek blek di jalur yang sama,
harus serba ekstra waspada dan penuh konsentrasi, fieew!!!!

AminHarapanku, smoga dengan pekerjaan baruku ini keuangan keluargaku akan tercukupi, sambil menunggu
si kecil masuk sekolah. Yah, siklus hidup memang akan selalu berubah-ubah terus, suka atau tidak suka, siap atau tidak, ini
pasti akan terjadi pada kita semua, berharap terlalu muluk, jauh-jauh dah, mengandalkan orang lain, jangan dah, tunggu
bantuan, wah lebih kacau, berusaha dan berdoa, niscaya kita akan bisa survive, Amin. hehehe … seperti lagu’nya Dewa 19,
Hidup adalah perjuangan tanpa henti-henti, usah kau menangisi hari kemarin …. “

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Maret 14, 2009 in Pengalaman Hidup

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: