RSS

Perjalanan ke tempat kerja

18 Mei
Pertigaan Kauman

Pertigaan Kauman

Tak terasa, Senin pagi sudah menuju tempat kerja yang baru, antara rasa senang karena keinginan untuk pindah kerja terkabul,
dan juga ada rasa malas, pagi-pagi seharusnya ceria malah mendung, yah, ini mungkin godaan untuk tetap tiarap dalam
perlindungan selimut serta mencengkeram guling dan bantal, hehehe…

Persiapan untuk para rider motor :
1. Panaskan motor = jangan lama-lama, cukup 10 menit, klo kelamaan, khawatirnya knalpot jadi kuning
2. Pakai mantel hujan = amannya pakai model seperti baju dan celana, apabila kena angin tidak malah berkibar (mobat-mabit)
bisa-bisa membahayakan diri sendiri dan orang lain
3. Masker/deker = ini penting, khususnya bagi yang bermasalah dengan paru-paru ini wajib skali, bisa dibayangkan apabila
asap kendaraan yang masuk ke paru-paru, skali dua kali gak masalah klo tiap hari, bisa berabe ntar
4. Helm full face = gunakan helm yang sudah berstandard DOT, ini adalah standard keselamatan untuk pelindung kepala, jadi klo
kamu pakai helm bertipe ini, ketika terjadi benturan, akibat benturan bisa diredam seminimal mungkin (jangan pernah deh).
Kacanya seperti kaca film, jadi ketika ada cahaya dari depan, cahaya tersebut tidak pedar/menyebar yang bisa menyilaukan
mata, apabila kena air hujan, airnya tidak mengumpul di satu tempat, dan langsung turun, meski tidak semua.
5. Sarung tangan = ini juga penting, selain pelindung tangan ketika hawa/angin dingin dari depan juga melindungi tangan kita
dari sinar matahari (supaya gak jadi item, hehehe …)
6. Sepatu = pastilah, apa saja bagus, asal nyaman dan tidak mengganggu kaki dalam memindah gigi dan menginjak rem belakang

Ok, persiapan sudah, yang terakhir dan paling penting, minta restu, biasanya cium tangan, anak, istri dan juga berdoa pada Tuhan
that’s all, let’s ride. Salatiga, aku mulai perjalanan dari sini, pertigaan Kauman, klo ke kiri arah Boyolali, Kartasura dan
Solo
, klo terus arah ke Tuntang, Bawen, Ungaran, Semarang. Sepanjang jalan ini, jalannya sempit, banyak sekolahan dan perkantoran pemerintahan jadi klo mau nyelip kudu ekstra hati-hati.

Jembatan Tuntang

Jembatan Tuntang

Sampai juga di daerah Tuntang, dibatasi oleh jembatan tuntang yang agak lebar, mulai dari sini, jalannya sudah lebar serta pemandangannya, unbeliveable, keren banget, trus melewati kebun kopi, Banaran, dan sampai juga di pertigaan Terminal Bawen.

Jembatan Tuntang

Jembatan Tuntang

Mulai dari sini kudu waspada banget, jangan sampai hilang konsentrasi, karena, jalan ini satu-satunya arah yang menuju Ungaran

Kebon Kopi Tuntang

Kebon Kopi Tuntang

atau Semarang, bisa bayangkan dari arah Salatiga, Boyolali, Solo, Ambarawa, Magelang, Yogyakarta pakai jalur ini, salah sedikit
bisa Bruuuk !!! Aku pikir dengan 70 atau 80 Kmh sudah cepat ya, tapi lebih gila lagi yang pakai motor tipe matic, cewek lagi,
bener-bener nyalinya gede.

Pernah ada pengalaman gini, di depanku ada truk tronton, biasalah, di jalan sempit ditambah jalannya lemot, membuat emosiku mulai tinggi
posisiku dekat dengan garis marka, sebelah kiri ada 2 motor, klo aku lihat dari spion, dibelakang ada motor yang sudah nyalain lampu sein kanan, aku berpikir dia mau nyelip, dibelakangnya lagi ada beberapa motor dan mobil. Beberapa kali aku lihat di jalur jalan yang berlawanan, bis, mobil, pada nyalain lampu depan berkedip-kedip, tandanya kan jangan menyelip dulu, biar
dia lewat dulu, dan klo aku lihat, celahnya juga sempit untuk aku mendahului truk tronton ini, kayaknya tidak mungkin.

Tidak dinyana-nyana, dari belakang, weesss … ada motor beat kuning langsung masuk, nekad ini, posisinya sudah di tengha-tengah
garis marka, kanan kiri dihimpit truk dan mobil, edan ini orang, coba klo di stang motornya gak lurus sedikit saja, bisa hancur
tuh motor, tapi syurkurlah, dia bisa masuk celah, dan yang lain trus ikut-ikutan. Klo bicara naik motor, kualitas motor tidak
begitu penting, yang penting nyali, motor cc besar, klo gak ada nyali ya jadinya lemot juga, tapi namanya juga jalan raya,
dimana semua pengguna memiliki hak yang sama, kita, harus hormati juga pengguna lain, biar pelan asal selamat, (benar juga tuh).

Pasar Karangjati

Pasar Karangjati

Sampai juga di daerah Pasar Karangjati, mulai disini juga perlu diwaspadai, selain jalan sempit, banyak penyeberang jalan,
banyak angkot yang ngetem, dan juga macet, ya ampun. Setelah jalan merambat, 30/40 Kmh, sampai juga di Pasar Babadan. sama
juga seperti di daerah Pasar Karangjati, ini lebih parah lagi, jalannya bergelombang, ada beberapa tempat yang dalam, jadi
haru-harus ekstra waspada.

Ok, sampai sini sudah 95% tujuanku sudah sampai, alhamdullilah, sudah selamat dari liarnya jalan raya, untuk yang 5% lebih mudah
karena jalannya tidak seganas sebelumnya, melewati daerah perkampungan, yang suasanya lebih ramah. Jam 07.45 WIB, sampai juga di tempat kerja, karena jam 08.00 sudah mulai kerja. Jadi terbayang nanti pulang, suasana jalannya, weleh.
Konsentrasi, jaga emosi dan berdoa, tanamkan selalu SAVE RIDING. Bravo smua.

 
4 Komentar

Ditulis oleh pada Mei 18, 2009 in Pengalaman Hidup

 

4 responses to “Perjalanan ke tempat kerja

  1. Om Kicau

    Juni 3, 2009 at 4:52 am

    Emang kerjanya di Ungaran ya Om? Itu tempat nostalgia saya ketika masih tinggal di Semarang. Suka mancing di Siwarak, tempat Mbah Ndung (sekarang masih ada apa enggak, kurang tahu).
    Kalau pulangnya sore, ya mampir cari nasi goreng petai di alun-alun wahhh….

    Kalau Salatiga, hehehe itu nostalgia lama juga karena kebetulan mantan pacar saya dulu kuliah di Salatiga.

    Kalau lihat ceritanya Om itu, kira2 Om tinggal di sebelah selatan bekas kos2an mantan pacar saya (sekarang mantan pacar saya itu sudah punya 3 anak yang gedhe2. Bapak dari anak2 itu sih ya saya sendiri hehehehe).

    Kalo enggak salah di seputaran tempat Om itu dulu (entah sekarang) ada penjual bakso yang uenak banget menurut mantan pacar saya. Jadilah saya sering ke sana ngantar. Saya kurang suka bakso sih, terutama kalo cuma baunya heheheh.

    Yo wis begitu dulu, salam.

     
    • IntroducedMe

      Juni 8, 2009 at 4:05 am

      Slamat siang Om Kicau,
      wah senang sekali ada Punggawa Senior yang sudi mampir, sebelumnya mau minta maaf dulu, karena ada tulisanku yang aku tulis tidak berkenan di hati anda. Wah orang Ungaran atau Salatiga neh, Baksonya masih ada, dan juga jadi favorit, apalagi Gado-gado belakang USG, meski mahal tapi klo rasa tidak digubris, meski tunggakan kredit plus tagihan listrik dan tetek bengeknya masih belum terlunasi, heheheh …..

      Salam kenal Om Kicau

       
  2. amir

    Mei 19, 2010 at 12:41 pm

    salam kenal Om..
    aq amir anak surabaya

    mo numpang nanya Om
    kalo Tuntang, desa Tlogo itu dari semarang aranya bijimana Om …

    kebetulan ada temen di Tlogo sana…
    mo bikin surprise aja, tp sayang ga tau arahnya

    kalo dari stasiun tawang itu arahnya kemana aja Om, biar bisa ke Tlogo Tuntang ….

    heheheh Minta penerangannya Om…
    hatur nuhun Om …🙂

    kalo berkenan, kirim ke email aq aja bajolamatir@gmail.com
    aq pengen tau banyak daerah tuntang …
    makasih ya Om, sebelumnya🙂

     
    • IntroducedMe

      Mei 25, 2010 at 2:19 am

      sudah saya balas ke e-mail anda, maap klo terlambat, hehehhe…..

       

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: