RSS

Mengemban tugas negara menjadi KPPS untuk Pilpres 2009

10 Jul

gb 3Dulu aku amat sangat apatis banget bila denger kata ” PEMILU / CALEG / CAPRES ” soalnya bukan mencari jalan keluar atas permasalahan negara ini, tapi malah untuk buka lowongan kerja dengan fasilitas yang wuiiih, kekuasaan, uang, jabatan sampai urusan ranjang, wah … gak akan pernah habis. Nah sekarang, sama saja gak jauh beda, apa lebih parah ?

gb 2

Klo sekarang agak beda, kenapa, karena untuk pertama kalinya aku jadi pengurus pemilu tersebut, mang kecil cuman tingkat RW saja, yakni jadi KPPS (Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara). Gak tahu juga, koq bisa ya, padahal selama ini aku golput, mungkin pengurus’nya tahu klo golput terus, makanya aku dijadikan KPPS supaya tidak golput lagi.

Sebelumnya masing-masing KPPS mendapatkan dana dari pemerintah sebesar Rp. 2.350.000, dana tersebut digunakan untuk : konsumsi, honor anggota KPPS, pemasangan deklit, dan untuk keperluan yang lain. Nah, masing-masing anggota mendapatkan honor sebanyak Rp. 215.000,- lumayan kan.

gb 1

Tugasnya gini, jadi untuk KPPS tingkat TPS 1, ada 9 anggota :

1.  Ketua

2.  Anggota 1 — Pendamping Ketua (biasanya menulis surat suara)

3.  Anggota 2 — Pendamping Ketua (sama)

4.  Anggota 3 — Pendaftaran

5.  Anggota 4 — Bilik suara

6.  Anggota 5 — Kotak Suara

7.  Anggota 6 — Tinta

8.  Anggota 7 — LINMAS

9.  Anggota 8 — LINMAS

Nah, dengan pembagian tersebut, cukup untuk mengurusi sejumlah 412 calon pemilih. Tugas awal, pencatatan DPT dengan mendatangi tiap-tiap rumah setelah itu menempel stiker, bahwa rumah tersebut telah di data, kemudian pembagian undangan, yang lumayan banyak sekitar 412 undangan. Nah waktu pencontrengan cukup rumit juga seh, klo yang sudah terdaftar di DPT gak masalah, daftar – ambil surat suara – contreng – masukan kotak – tinta – selesai, yang agak rumit bagi para pemilih yang pemilih yang tidak terdaftar di DPT, biasanya para pendatang. Klo punya KTP/KK domisili setempat gak masalah, tapi apabila yang memiliki KTP nasional atau yang tidak terdaftar tidak bakalan bisa, apakah ini sudah merupakan bentuk dari kecurangan, aku juga tidak tahu, yang pasti dalam kenyataann’nya sudah demikian.

gb 4

Tepat jam 13.00, kotak suara dibuka, disaksikan oleh warga dan juga para saksi dari masing-masing calon presiden, ternyata banyak juga para pemilih yang memang tidak berniat memilih, bayangkan masih banyak juga yang salah dengan sengaja, misalnya contreng lebih dari satu kali, diberi tulisan ” lanjutkan “, digambar ada juga semua calon presiden dipilih, ini bentuk2 ketidakpedulian, atau memang berfikiran sama seperti saya, cuek.

gb 5

Tapi syukurlah semua berjalan lancar, sampai ketemu satu titik, bahwa capres no. 2’lah yang memang unggul dari yang lain, selamat buat yang menang, ini bukan kompetisi untuk pribadi/golongan, tetapi kemenangan untuk bangsa Indonesia, dan waktunya membuktikan apa yang telah digembar-gemborkan. Jaya dan sukses selalu Indonesia.

 
2 Komentar

Ditulis oleh pada Juli 10, 2009 in Pengalaman Hidup

 

2 responses to “Mengemban tugas negara menjadi KPPS untuk Pilpres 2009

  1. KangBoed

    Juli 12, 2009 at 5:44 am

    pertamaaaaaaaxxxxxxxxxxxxzzzzzzzz
    Salam Sayang

     
  2. IntroducedMe

    Juli 15, 2009 at 1:51 am

    wakakak … nglindur ya …..

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: