RSS

Ngowes to Rawa Pening

20 Jul

Awal mula aku ngowes sebenarnya dari rasa iri sama anak, pas liburan sekolah kemarin, anak ribut terus minta dibeli’in
sepeda, maklum anak-anak sepermainan di kampung pada punya sepeda, alhasil anggaran bulanan yang tidak mencamtumkan untuk beli
sepeda, terpaksa harus diruwetin lagi, supaya bisa beli sepeda. Anggaran waktu itu cuman Rp. 500.000,- pokoknya duit segitu
harus dapat, pikir kami, minggu pertama liburan bersama anak hunting sepeda, klo di Salatiga sendiri sebenarnya ada beberapa
toko, dari dealer resmi Polygon – Rodalink ma Wim Cycle, kebanyakan pada jual yang si Wim, untuk United sendiri rasa-rasanya
kok jarang sekali, meskipun ada cuman bebera seri saja. Syukurlah, anak tidak terlalu banyak nuntut untuk beli sepeda yang
aneh-aneh, akhirnya pilih si Wim Cycle, lebih lega lagi ternyata masih ada kembalian Rp. 88.000,-. hiks, mahal amat ya.

Hari-hari berikutnya lebih parah lagi, ternyata di kampung tak hanya anak-anak yang main sepeda’an, para mahasiswa yang kos
di sini, pada ikutan main, klo dihitung bisa puluhan, meski tidak terbentuk satu group besar tapi, kemunculan tiap-tiap group
kecil malah bikin ramai saja. Kebanyakan pada pakai Polygon seri Monarch, meski ada beberapa yang pakai spek tinggi, itu bisa
keliatan di frame sepeda yang gak lazim, trus suspensi yang double (depan ma tengah), ukuran ban yang besar, dll.

Tiap sore mereka pada lewat depan rumah, lama-lama bikin ngiri juga, wah kayaknya asik juga, hehehehhe…..
dengan anggaran Rp.1.500.000 hunting ke toko sepeda, setelah sebelumnya nanya-nanya ke paman Google, akhirnya milih si Wim
Cycle juga, dapet seri Diamante S, sebenarnya naksir yang XT, tapi sudah habis, daripada indendt lama ya beli seri ” S “.
Gak jauh beda dengan XT, klo ser S cuman tidak pakai cakram di depan.

Minggu pertama beli sepeda langsung rayen, gak tanggung-tanggung rencana ke Ambarawa, lewat jalur Jetis-Candi-Muncul-Banyubiru-
Ambarawa, rute tersebut kan pemandangannya yahud bgt, sawah, bukit, pasar rakyat plus udara yang uamat sejuk sekali, cucok lah.
Brangkat dari rumah 05.30 pagi, wah ternyata banyak juga yang ngowes, meski terbagi dalam kelompok-kelompok kecil, klo banyak
yang gini kan bumi jadi ” Go Green “. Dengan jarak tempuh +- 10-20km, aspal lumyan halus, naik turun serta banyak tikungan,
lengkaplah menjadi tantangan tersendiri. Aku pikir bersepeda tidak bakalan capai bgt, karena badan duduk di sadle, cuman kaki
saja yang gerak, tapi ya ampun, baru tanjakan 15m dengan posisi gear depan 1 belakang 3, sampai tengah, wis kempis-kempis nafasku,
paha sudah gak kuat, rasanya kenceng banget, sampai aku putuskan turun wae, tak tuntun sepdaku, heheheh…. gak kuat ….
sampai atas, nafas masih ngos-ngosan, moga-moga gak dilihat anak kecil, wkwkwkkwkw … isin, mo taruh mana mukaku ….

Daripada dipaksakan malah pingsan di tengah jalan, mending untuk ke Ambarawa di pending dulu ah, sedapatnya saja, untunglah
masih sempat sampai di Rawa Pening, Alhamdullilah … meski untuk sampai berhenti sebanyak 5 kali, hehehehhe….
Akhirnya terbayar sudah capainya dengan suasana Rawa Pening, kayaknya butuh istirahan 1-2 jam neh, hehehehhe….
apalagi sudah ada warung yang buka, ngopi ma pisang goreng di pagi hari, lumrah ngak? tak apalah yang penting cukup
untuk ngisi perut. Terbayang ntar pulangnya bagaimana, klo gak kuat ya naik’e truk pasir yang lewat, paling bayar Rp.10.000
sampai Salatiga lagi. Nasib…. nasib…. nasib….

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Juli 20, 2010 in Pengalaman Hidup

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: